Jumat, 13 Januari 2012

PENTINGNYA KEBERADAAN PERPUSTAKAAN BAGI SEORANG GURU SD : Obrolan di Gerbong Kereta

Obrolan dengan seorang kenalan baru di dalam Gerbong Kereta Gajayana, cerita ini berlangsung dalam perjalanan pulang penulis dari menghadiri Konvensi Nasional dalam rangka Pembakuan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Bidang Perpustakaan pada tanggal 12 Januari 2012 di Jakarta. Seusai konvensi di Hotel Menara Peninsula di daerah Slipi Jakarta, penulis bergegas untuk pulang dan menghubungi taxi call hotel. Kemudian langsung menuju Stasiun Gambir.



Sesampainya di Stasiun Gambir sekitar jam 17.00 langsung antri memesan tiket, ada seorang yang antri di belakang penulis yang mempunyai tujuan perjalanan sama, yaitu ke purwokerto, kemudian orang tersebut nitip untuk dipesankan tiket sekalian yang kemudian mendapat tempat duduk berdampingan. Singkat cerita kami saling berkenalan, dan obrolan selanjutnya yang ditanyakan adalah kepentingan apa ke Jakarta. Penulis bercerita bahwa habis menghadiri konvensi seperti tersebut di atas. Sehingga orang tersebut (namanya Bambang Agus) tahu profesi (pekerjaan) penulis.

Obrolanpun berlanjut, dan penulispun menanyakan profesi Pak Agus, ternyata dia adalah seorang guru sekolah dasar, di sebuah SD Negeri di Kabupaten Banyumas. Kamipun akhirnya bercerita tentang profesi masing-masing. Kesempatan tersebut saya manfaatkan untuk bertanya-tanya tentang arti pentingnya keberadaan perpustakaan sekolah di Sekolah Dasar. Pak Agus ternyata adalah seorang yang gemar membaca, dia bercerita punya komunitas baca yang diberi nama “Komunitas Orang Baca Banyumas”. Anggotanya memang belam banyak baru terdiri dari bebera teman guru dan masyarakat yang jumlahnya belum ada genap sepuluh orang. Penulispun sangat tertarik untuk bergabung dengan komunitas tersebut, yang kemudian kami saling berjanji untuk bertemu di bulan Januari 2012 ini.
Ruang Baca yang Representatif

Setelah kereta berjalan sekitar 1 jam kami memesan 2 nasi goring dan 2 gelas the manis, Namun sembari makan kami terus bercerita tentang perpustakaan. Menurut dia keberadaan perpustakaan di SD sangat dibutuhkan, alasanya adalah pada suatu ketika mengajar, jika ada perpustakaan maka guru bisa memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Dan perpustakaan menurut Pak Agus akan dapat mengurangi kejenuhan siswa jika berda di dalam kelas terus. Sehingga meneurutnya perpustakaan perlu dibuat yang representatif, sehingga siswa menjadi betah tingal lama-lama di perpustakaan.
Menurut Pak Agus, kondisi perpustakaan SD yang ada saat ini, masih banyak yang kurang mendapatkan perhatian, padahal perpustakaan seharusnya bisa menjadi pusat informasi dan koleksi yang akan dipergunakan untuk sarana belajar mengajar di sekolah. Dia pun menyebutkan beberapa keputsusan menteri yang dapat menjadi dasar hukum untuk berdirinya sebuah perpustakaan sekolah. Selain itu dia juga menyebutkan sudah ada Undang-Undang No.43 tahun 2007 tentang Perpustakaa. Hal tersebut menunjukkan bahwa dia memang sangat memperhatikan keberdaan perpustakaan di sekolah dasar.

Di dalam obrolan tersebut, Pak Agus juga sangat mengharpkan bahwa perpustakaan sekolah dapat menjadi sumber informasi bagi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Dengan demikian siswa akan menjadi kaya informasi. Sekitar jam 21.00 obrolan pun terhenti karena kami sama-sama mengantuk dan terdidur hingga jam 23.15. Kemudian kami pun dibangunkan oleh petugas dari KAI karena kerata sebentar lagi akan sampai di Stasiun Purwokerto. Sebelum turun dari kereta kami saling bertukar nomor HP dan sepakat untuk ketemu lagi dalam bulan bulan Januari 2012, untuk lebih banyak berdiskusi tentang perpustakaan, kereta berhenti di Stasiun Purwokerto tepat jam 12.30 tepat, kami pun berpisah untuk menuju ke rumah masing-masing.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat membangkitkan semangat pustakawan, khususnya yang bekerja di perpustakaan SD, karena sebenarnya guru dan siswa sangat membutuhkan keberadaan perpustakaan di sekolahnya. Salam pustakawan…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar